Konsep AIDA Model yang Harus Diketahui Seorang Marketer

AIDA merupakan singkatan dari Attention/Awareness, Interest, Desire dan Action. Konsep ini dipopulerkan oleh seorang pakar dan pionir periklanan, E. St. Elom Lewis. Ini adalah model yang dikenal dalam pemasaran dan periklanan untuk mengetahui tahapan yang terjadi dimulai saat pelanggan mengetahui produk Anda sampai memutuskan untuk membeli dan menjadi pelanggan.

Umur dari model AIDA ini sudah cukup lama sekitar akhir abad ke-19 dan sudah mengalami beberapa modifikasi untuk menyesuaikan dengan metode baru pemasaran dan periklanan dari zaman ke zaman. Selama 100 tahun terakhir, model ini terus diperbaharui dan ditambah sehingga mempunyai banyak variasi. Oleh karena itu, saya juga akan improvisasi agar dapat diterapkan di era digital marketing dan untuk mempermudah pembelajaran kita.

Mari kita terapkan untuk membuat iklan/kampanye iklan berbayar sebagai bagian dari Strategi SEO Anda. Bila Anda sudah mengeluarkan duit, jangan sampai anda “bakar duit” tanpa tahu strategi ini.

Tahapan Pertama (A), Attention atau Awareness

Target dari tahap ini adalah menemukan (profiling, relation) pasar yang TEPAT dan BANYAK, yang akan melihat iklan/kampanye yang Anda pasang. Ini mudah, Anda tinggal bayar.

Bertujuan untuk mempromosikan artikel, produk Anda di berbagai sosial media.

Berikut harga iklan di facebook dan berapa orang yang akan melihat iklan Anda. Dan bila Anda ingin beriklan, harus memiliki Facebook Page terlebih dahulu. Kita tidak membahasnya di sini bagaimana memiliki Facebook Page.

Kita bisa melihat pada gambar, yang paling murah 30 Dolar (Rp. 420.000,- Rate 1 Dolar = Rp. 14.000) untuk sekitar 1.200 – 5.200 orang per hari. Dan Anda bisa mengatur selama 1 minggu, tidak sehari kalau diperlukan. Jadi selama 1 minggu (7 hari), iklan Anda akan diliat oleh 170 – 743 orang per hari. Lebih murah dari pada cetak brosur/flyer.

Inilah tahap Attention, sekali lagi target Anda adalah memunculkan produk Anda ke sebanyak mungkin orang. Dan Facebook juga menyediakan parameter tambahan untuk profiling seperti umur, lokasi (tinggal dimana), hobby sehingga orang yang melihat iklan anda lebih tertarget supaya tidak menghabiskan banyak uang.

Kalau anda tidak menemukan parameter dari target pasar yang Anda cari, buatlah semacam relasi. Contoh, Anda menyediakan jasa pembuat dan perbaikan kolam renang. Ternyata tidak ada target untuk pasar yang sedang mencari pembuatan kolam renang. Jadi Anda bisa menargetkan orang-orang yang tinggal di dekat kawasan-kawasan mewah, atau mereka yang berkaitan dengan perhotelan karena hotel menengah sedang kebanyakan ada kolam renang.

Jangan pernah membuat target untuk semua orang, ini akan membuat anda buang-buang duit karena tidak fokus.

Bila Anda ingin beriklan di Instagram Ads, Twitter Ads yang berbayar, juga memiliki konsep seperti di atas. Sosial Media akan memberitahu berapa orang yang akan melihat iklan Anda ketika membayar sejumlah uang.

Ada juga yang mengadakan event seperti lomba, survei berhadiah, free gift berupa ebook/voucher untuk mendapatkan data pelanggan sehingga nantinya bisa dikontak. Yang penting sebanyak mungkin orang tahu produk Anda.

Contoh untuk studi kasus kita sekarang, orang yang melihat atau mengetahui iklan Anda ada 10.000,-

Tahapan Kedua (I), Interest

Target dari tahap ini adalah menghasilkan sebanyak mungkin engagement (reach, like) dari pengunjung terhadap iklan/kampanye Anda. Bila Gagal, tampilan iklan Anda kurang menarik.

Ketika orang melihat iklan atau promo Anda, Apakah mereka tertarik (interest) ? Dan bagaimana mengukurnya? Mudah sekali. Inilah kelebihan Digital Marketing, bisa mengukur ketertarikan orang. Kalau Convensional Marketing tidak bisa, kalau sebar brosur, kita tidak tahu berapa orang yang membaca brosur tersebut, tidak bisa diukur.

Tahap ini adalah targetnya orang bisa engage, seperti menyukai (like), mengomentari (comment), bahkan (share) iklan/kampanye Anda. Artinya mereka sudah membaca, walaupun hanya membaca judul. Bisa juga mereka mengunjungi website Anda.

Anda bisa juga melihat jumlah reach (orang yang sudah melihat iklan anda), impression (berapa kali iklan anda ditayangkan). Semakin banyak semakin bagus.

Contoh Insight di Facebook:

engagement-facebook

Inilah keajaiban Digital Marketing, kita bisa melihat Engagement (Ketertarikan/Interest) hasil dari iklan/kampanye berbayar di facebook kita bahwa ada warna biru 2.500 (2.5K) orang yang klik (membaca) dan ada warna merah 181 orang yang komentar dan share. Semakin banyak orang yang klik, komentar, share akan makin bagus. Anda harus evaluasi setiap iklan dan menentukan target.

Contoh Insight di Twitter:

Setiap status twitter ada Impressions (berapa kali orang melihat status Anda): 2,453. Engagements (jumlah interaksi seperti like, comment, hashtag, follow): 42. Kemudian prosentasi (Engagement rate) antara yang lihat (Impressions) dan interaksi (Engagements) sebesar 1.7%, nilai inilah yang harus menjadi target Anda untuk diperbesar.

Contoh Insight di Instagram:

Orang yang hanya melihat iklan Anda ada 1,286 (dengan 1,590 kali tayang, berarti 1 orang bisa melihat 1-2 kali), yang like cukup banyak sampai 370. Tetapi interaksi yang lain tidak banyak, orang yang klik URL dalam promosi tersebut hanya 5 dan mengunjung Profile 13. Jadi perlu dievaluasi lagi bagaimana agar interaksi (engagements) ini lebih banyak.

Oleh karena itu anda harus “bakar duit” untuk kampanye berbayar sehingga mendapatkan insight (penerawangan) + target calon kustomer yang banyak seperti ini secara instan. Kalau yang gratisan tidak ada insight seperti ini sehingga wajar  Anda mengeluh produk anda tidak laku, tidak ada yang lihat karena tidak ada insight, kalau tidak ada insight bagaimana melakukan evaluasi, perbaikan, strategi beriklan sampai terjadi penjualan atau sales.

Jadi istilah “bakar duit” bukan untuk buang-buang duit, tetapi untuk mendapatkan insight sehingga bisa tahu kapan, dimana dan bagaimana anda mendapatkan duit.

Kalau Anda hanya copy paste rumus atau insight pinjaman dari internet, buku atau sekolah, maka anda tidak akan bertahan. Karena trend selalu berubah, jadi Anda butuh insight setiap saat untuk bertahan, maju, dan berkembang.

Bila kurang banyak, berarti Anda harus evaluasi apakah

  • Konten iklan/kampanye Anda kurang menarik? Dari judul, tampilan banner tidak menarik. Jadi sebelum beriklan, cari referensi banner iklan dari internet atau kompetitor Anda. ATM (Amati Tiru Modifikasi) banner iklan kompetitor. Bila anda tidak bisa desain, cari freelancer melalui situs-situs seperti sribulancer.com atau projects.co.id dengan harga yang anda tentukan sendiri. Biasakan bekerja dengan orang-orang yang tidak anda kenal, pelajari caranya karena ini zamanya digital.
  • Konten Infografis dan Video akan meningkatkan Engagements sesuai dengan statistik BuzzSumo.

  • Atau kalau sudah menarik, apakah orang bosan dengan iklan/kampanye Anda karena itu-itu saja materinya. Karena pengunjung sosial media adalah pembosan, jadi Anda harus buat beberapa variasi iklan/kampanye untuk target yang berbeda-beda. Bisa jadi produknya sama.

 Variasi Banner Ads di Instagram[/caption]

Buat variasi kampanye iklan di Facebook, Instagram. Variasi bisa dari sisi

  • Fitur yang Bombastis
  • Kalangan Anak Muda, Ibu-Ibu
  • Diskon
  • Harga Murah
  • Kualitas Dijamin Asli
  • Bahaya Produk Palsu

Untuk awal bisa buat 2-3 variasi iklan saja. Lihat mana kampanye yang paling banyak engagement-nya. Enaknya iklan di sosial media, anda bisa stop kapan saja kalau melihat ada kampanye iklan  yang tidak laku.

Contoh studi kasus, dari iklan anda mendapatkan ada 5.000 pengunjung yang memunyai engagement / ketertarikan / interest. Makanya Model AIDA punya bentuk piramid terbalik yang menandakan orang-orang terseleksi yang bisa menjadi pembeli Anda.

Jadi jangan berharap laku dulu di tahap ini, yang penting orang tertarik dulu melihat iklan anda dan kemudian melihat/membaca. Kalau orang tidak tertarik, bagaimana mau laku produknya 🙂

Tahapan Ketiga (D), Desire

Target dari tahap ini adalah sebanyak mungkin orang mulai chatting dengan Anda, telepon, email atau mendatangi tempat Anda. Bila Gagal, Konten iklan Anda kurang menarik, kurang “memaksa”.

Target dari tahap ini adalah orang sudah ingin (desire), biasanya mereka mulai mendekati Anda. Seperti pria mendekati wanita karena ada ketertarikan, pria akan pura-pura membuka pembicaraan, menanyakan nomor telpon dan sebagainya. Kalau tidak ada ketertarikan, maka untuk apa mendekat atau melakukan kontak.

Tentukan target Anda sendiri, yang disebut banyak itu berapa? Ini juga akan menentukan KPI (Key Performance Indicator) keberhasilan nantinya. Target ini pelan-pelan bisa dinaikkan.

Kalau target tersebut tidak tercapai atau malah tidak ada yang kontak dengan Anda, maka perlu dievaluasi, karena iklan/kampanye Anda sudah dilihat, sekarang berarti pengunjung membaca konten iklan/kampanye Anda apakah

  1. Harganya kemahalan, fiturnya kurang banyak, kurang meyakinkan dibanding dengan kompetitor Anda sehingga mereka tidak menghubungi Anda. Jadi sebelum memasang iklan berbayar, pastikan konten iklan/kampanye Anda tidak kalah dengan kompetitor. ATM (Amati Tiru Modifikasi) sehingga Anda tidak menghabiskan banyak uang.
  2. Atau tidak ada nomor kontak,kontak tidak nyambung, susah dihubungi, respon jawab lama. Jadi pastikan semua saluran komunikasi yang Anda berikan nyambung.
  3. Iklan/kampanye Anda kurang bisa dipahami, tidak jelas. Judul iklan dan isi tidak nyambung. Misalkan Judul jualan nasi goreng, tetapi saat orang baca banyak ditawarkan bubur ayam atau terlalu banyak yang ditawarkan sehingga orang tidak fokus.

Contoh studi kasus, dari iklan anda yang menghubungi ada 1.000. Semakin menurun mengikuti model AIDA. Semakin terseleksi.

Tahapan Keempat (A), Action

Target ditahap ini adalah sebanyak-banyaknya Sales, Penjualan, Orang beli produk Anda. Bila Gagal, Sales Anda yang harus dilatih untuk gigih, merayu, dan punya pengetahuan terhadap produk.

Kalau belum terjadi penjualan juga, berarti Sales atau Customer Service Anda perlu dilatih lebih baik lagi merayu orang membeli.

Kegagalan di sini bisa jadi karena

  1. Sales Anda lambat merespon, sehingga pengunjung beralih ke lain hati. Jadi kecepatan di sini memegang peranan penting.
  2. Sales Anda cuek, judes, galak dan selalu menjawab tidak tahu. Di sini keramahan sangat penting. Pembeli adalah raja harus dihormati.
  3. Sales kurang berpengalaman, jawab seadanya, tidak meyakinkan. Di sini pengetahuan tentang produk sangat penting serta diimbangi dengan percaya diri bahwa produknyalah yang terbaik.
  4. Sales cepat menyerah. Di sini kegigihan harus dilatih karena pengunjung mempunyai banyak alasan untuk tidak membeli, padahal sudah melakukan kontak. Di sinilah kegigihan CS diperlukan untuk memberikan solusi atas alasan-alasan tersebut.

Contoh studi kasus, Anda mendapatkan 500 pembeli. Hore terjadi pembelian.

Tapi jangan berpuas diri, silahkan naikkan target Anda untuk menemukan…

Tantangan baru…

Buat target baru, tingkatkan target anda, buat iklan/kampanye yang bervariasi, rekrut dan latih orang untuk mahir melakukan model AIDA ini sehingga target Anda bisa meningkat.

Belajar dan selalu ikuti pergerakan kompetitor Anda. ATM! Jangan sampai ketinggalan karena Anda terlalu asik dengan diri sendiri sehingga tidak sadar sudah ketinggalan.

Jadi, dengan model AIDA ini bisa Anda memanfaatkan iklan model apa yang cocok dengan produk Anda, kustomer seperti apa yang butuh produk anda, dimana pangsa pasar anda di media internet, berapa target anda yang bisa anda dapatkan.

Untuk Murid Baba Studio

Bila ingin kami review, buatkan di powerpoint

  • Screenshoot tampilan desain banner anda
  • Screenshoot Attention, setelan setiap banner anda (lokasi, umur, hobi, prakiraan reach, budget, durasi iklan).
  • Screenshoot Interestreach / impression / Like / Comment / Share dari setiap banner anda.
  • Screenshoot Desire, jumlah yang chatting / contact / phone. Kalau gak ada screenshoot, bisa diinfokan datanya yang anda catat secara manual.
  • Screenshoot Action, berapa yang laku (kalau tidak keberatan untuk info).

Inilah insight yang harus dimiliki setiap pebisnis online. Dari situ akan dibuat strategi marketing

  • Iklan/Kampanye seperti apa yang menarik, membuat orang berinteraksi atau terjadi penjualan.
  • Iklan/Kampanye seperti apa yang harus dihindari.
  • Target seperti apa yang harus anda buat.
  • Setelah mendapatkan polanya, berapa budget yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan target penjualan tertentu.
  • Berapa orang yang akan membantu anda melakukan kampanye ini.

Semoga Bermanfaat, Salam Pintar!